We are a reliable transport agency providing safe and timely logistics solutions. Our services cover local and long-distance transportation needs.

Our Services
Get a Quote

sejarah

sejarah About Image
Informasi Halaman

sejarah

26 March 2026 0 kali dilihat
2024

Pendirian Sekolah

Pendirian Sekolah Khusus Negeri (SKH) Tumbang Samba didirikan berdasarkan kebijakan pemerintah sebagai upaya nyata dalam memperluas akses layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kehadiran sekolah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan, khususnya di wilayah Kecamatan Katingan Tengah dan sekitarnya.

Latar belakang berdirinya SKH Negeri Tumbang Samba tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan khusus yang mampu mengakomodasi berbagai karakteristik dan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Sebelum berdiri sebagai SKH, sekolah ini dikenal dengan nama Sekolah Luar Biasa Negeri 3 (SLBN 3) Katingan yang telah memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak dengan berbagai hambatan.

Seiring dengan perkembangan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, dilakukan penataan serta perubahan nomenklatur satuan pendidikan khusus. Hal ini bertujuan untuk memperjelas identitas lembaga, meningkatkan kualitas layanan, serta menyesuaikan dengan paradigma pendidikan inklusif yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2024, SKH Negeri Tumbang Samba resmi berdiri sebagai satuan pendidikan khusus. Momentum ini menjadi tonggak awal dalam penguatan layanan pendidikan yang lebih sistematis, terstruktur, dan profesional. Selanjutnya, pada tanggal 1 Februari, nama Sekolah Luar Biasa Negeri 3 (SLBN 3) Katingan secara resmi berubah menjadi Sekolah Khusus Negeri (SKH) Tumbang Samba. Perubahan nama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan serta pelayanan kepada peserta didik.

Dalam perjalanan perkembangannya, SKH Negeri Tumbang Samba telah dipimpin oleh beberapa kepala sekolah yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan khusus.

1.      Kepala sekolah pertama adalah Norlaila, S.Kom., M.Kom., yang berperan dalam merintis dan membangun fondasi awal sekolah. Pada masa kepemimpinannya, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan terselenggaranya layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

2.      Kepemimpinan selanjutnya dilanjutkan oleh Gining Fustika Dewi, M.Pd., yang berkontribusi dalam penguatan program pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan manajemen sekolah. Berbagai inovasi dan penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan pendidikan khusus.

3.      Saat ini, SKH Negeri Tumbang Samba dipimpin oleh Rebie, S.Pd., M.Pd. Di bawah kepemimpinannya, sekolah terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui pengembangan kurikulum adaptif, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

Selain itu, SKH Negeri Tumbang Samba juga berperan sebagai pusat layanan pendidikan khusus yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan hidup (life skills), kemandirian, serta pembentukan karakter peserta didik. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan khusus, yaitu membantu peserta didik agar mampu beradaptasi dan berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat perubahan dan pelayanan yang berkelanjutan, SKH Negeri Tumbang Samba berkomitmen untuk terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam layanan pendidikan khusus. Sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi yang mandiri, berkarakter, serta memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan.


2025

Pengembangan Fasilitas

Pengembangan fasilitas di SKH Negeri Tumbang Samba merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pembangunan fisik sekolah yang telah diselesaikan pada bulan Desember 2025 menjadi tonggak penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif, aman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

Pasca penyelesaian pembangunan gedung sekolah, berbagai fasilitas penunjang pembelajaran mulai dilengkapi secara bertahap. Salah satu fasilitas utama yang dikembangkan adalah ruang perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat sumber belajar yang menyediakan berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, seperti buku bergambar, buku cerita sederhana, media visual, serta alat bantu literasi yang mendukung perkembangan bahasa dan kognitif siswa berkebutuhan khusus.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, sekolah juga melengkapi ruang kelas dengan fasilitas TV interaktif atau papan tulis interaktif. Fasilitas ini memungkinkan guru menyampaikan materi pembelajaran secara lebih menarik, visual, dan interaktif. Melalui penggunaan teknologi ini, siswa dapat lebih mudah memahami materi karena disajikan dalam bentuk gambar, video, dan animasi yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.

Selain itu, tersedia pula fasilitas LCD proyektor yang digunakan sebagai media pendukung dalam proses pembelajaran. Penggunaan LCD proyektor membantu guru dalam menampilkan materi pembelajaran secara lebih jelas dan sistematis, serta mempermudah penyampaian informasi kepada siswa dengan berbagai gaya belajar.

Fasilitas olahraga juga menjadi bagian penting dalam pengembangan sarana sekolah. Penyediaan sarana olahraga bertujuan untuk mendukung perkembangan fisik, motorik, serta kesehatan peserta didik. Kegiatan olahraga yang terencana dan terarah dapat membantu meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, serta kemampuan sosial siswa melalui interaksi dalam kegiatan kelompok.

Selain fasilitas akademik dan olahraga, sekolah juga mengembangkan ruang okupasi atau ruang terapi okupasi. Ruangan ini dirancang khusus untuk memberikan layanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan keterampilan hidup sehari-hari. Melalui terapi okupasi, siswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, kemandirian, konsentrasi, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, pengembangan fasilitas di SKH Negeri Tumbang Samba menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan layanan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Dengan dukungan fasilitas yang semakin lengkap dan modern, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih efektif, menyenangkan, dan mampu mengoptimalkan potensi setiap siswa. Ke depan, pengembangan fasilitas ini diharapkan terus berlanjut guna mewujudkan sekolah yang unggul dan berdaya saing dalam memberikan layanan pendidikan khusus.      





Kembali

Hubungi Kami:

082157617150